
Kajian ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan efektivitas dan akuntabilitas penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) di Provinsi Banten melalui penguatan sistem pembayaran dan infrastruktur pendukungnya. Bank Indonesia menugaskan Pihak Kedua untuk melakukan monitoring dan analisis atas implementasi sistem pembayaran BSNT guna memastikan kesiapan layanan, keandalan infrastruktur, serta kelancaran proses transaksi di tingkat penerima manfaat.
Pelaksanaan kajian mencakup pengumpulan data primer melalui survei dan in-depth interview kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan e-warong terpilih sebagai responden, menggunakan instrumen kuesioner yang disediakan oleh Bank Indonesia. Data yang dihimpun meliputi aspek operasional layanan, kesiapan sumber daya manusia, pemanfaatan sistem pembayaran non tunai, serta kendala yang dihadapi dalam implementasi di lapangan.
Analisis dilakukan dengan pendekatan descriptive analysis untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan layanan dan infrastruktur sistem pembayaran BSNT, termasuk aspek proses bisnis, mekanisme transaksi, serta dukungan teknologi dan kelembagaan. Hasil monitoring disusun dalam bentuk laporan implementasi yang bersifat paper-based maupun online, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Kajian ini diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi Bank Indonesia dan pemangku kepentingan terkait dalam rangka memperkuat sistem pembayaran bantuan sosial non tunai, meningkatkan perlindungan penerima manfaat, serta mendorong efektivitas penyaluran bansos yang transparan, efisien, dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
