Edit Template

[Policy Brief] Tata Kelola Ekologis Sumatra–Aceh dan Reorientasi Kebijakan Lingkungan

Penulis

Mohammad Basyuni1,2, Chusnul Arif1,3

1Peneliti Berka Strategika
2 Guru Besar Departemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara
3Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University

Policy brief ini disusun sebagai respons atas bencana banjir besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra pada November-Desember 2025. Dokumen ini menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut bukan sekadar bencana hidrometeorologis, tetapi merupakan akumulasi kerusakan ekologis, gagalnya tata kelola sumberdaya alam dan lingkungan, dan dominasi paradigma pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

Melalui analisis empiris dan pendekatan tata kelola berkelanjutan, policy brief ini menguraikan penyebab dan dampak bencana banjir Sumatra-Aceh, kelemahan tata kelola dan paradigma pembangunan, serta reorientasi kebijakan dan intervensi prioritas yang menekankan pemulihan fungsi ekologis, penegakan hukum, dan penguatan etika pembangunan.

Policy brief ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang.

Bagikan:

Mohammad Basyuni

Mohammad Basyuni adalah Guru Besar Departemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Mohammad Basyuni memiliki keahlian dalam bidang tata kelola kehutanan, konservasi dan ekosistem mangrove.

Chusnul Arif

Chusnul Arif adalah Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University. Chusnul Arif memiliki keahlian dalam bidang teknik irigasi, kecerdasan buatan, pengelolaan sumber daya air, dan pengendalian lingkungan.