Kajian ini mengidentifikasi KPJU Unggulan UMKM di Provinsi Jawa Timur melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dimodifikasi, serta menggunakan Metode Borda dan Metode Bayes. Pendekatan ini memungkinkan penilaian KPJU dilakukan secara objektif, terstruktur, dan lintas wilayah hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan, dengan melibatkan perspektif multi-stakeholder.
Sebagai provinsi dengan basis ekonomi yang kuat pada sektor primer dan industri rakyat, Jawa Timur menunjukkan karakter UMKM yang padat karya, tersebar luas, dan berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja daerah. Hasil analisis menunjukkan perbedaan karakter KPJU antara wilayah kabupaten dan kota sebagai berikut:
KPJU Unggulan di Wilayah Kabupaten
KPJU di wilayah kabupaten didominasi oleh sektor berbasis sumber daya lokal dan agroindustri, antara lain:
Sektor-sektor tersebut mencerminkan kekuatan Jawa Timur sebagai lumbung pangan dan basis produksi UMKM berbasis desa dan perdesaan.
KPJU Unggulan di Wilayah Kota
Sementara itu, di wilayah perkotaan, KPJU unggulan berkembang pada sektor dengan orientasi pasar, jasa, dan industri pengolahan, antara lain:
Dominasi sektor tersebut mencerminkan peran kota sebagai pusat konsumsi, distribusi, dan layanan ekonomi regional.
Implikasi dan Rekomendasi Singkat
Penetapan KPJU Unggulan di Jawa Timur menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai tujuan utama, sejalan dengan struktur UMKM yang padat karya dan memiliki keterkaitan antarsektor. Berdasarkan temuan tersebut, pengembangan KPJU unggulan perlu diarahkan pada:
Ringkasan ini memberikan dasar analitis bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan UMKM Jawa Timur yang selaras dengan karakter wilayah dan dinamika ekonomi daerah.
Bagikan: