Edit Template

[Ringkasan Eksekutif] Kajian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM di Provinsi Bengkulu

UMKM memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Provinsi Bengkulu, terutama sebagai penggerak aktivitas ekonomi berbasis sumber daya lokal dan penyerap tenaga kerja. Kajian ini mengidentifikasi Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota berdasarkan kondisi eksisting dan hasil penilaian multi-stakeholder.

Penetapan KPJU Unggulan dilakukan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dimodifikasi, dengan penguatan hasil melalui Metode Borda dan Metode Bayes. Pendekatan ini memungkinkan proses seleksi KPJU dilakukan secara objektif, komprehensif, dan berbasis pandangan multi-stakeholder, dengan mempertimbangkan aspek pertumbuhan ekonomi, daya saing, dan penciptaan lapangan kerja.

Struktur Sektoral KPJU Unggulan Bengkulu

Hasil analisis menunjukkan bahwa KPJU Unggulan UMKM di Bengkulu terkonsentrasi pada sektor-sektor berikut:

  • Pertanian dan perkebunan
    (antara lain: padi, kopi, kelapa sawit, cabai, jagung, karet);
  • Perikanan dan kelautan
    (antara lain: ikan nila, ikan mas, ikan lele)
  • Industri pangan olahan berbasis lokal
    (antara lain: kopi bubuk, industri tempe dan tahu, gula aren);
  • Perdagangan dan jasa dasar masyarakat
    (antara lain: toko sembako, toko kelontong, warung makan);
  • Industri berbasis sumber daya lokal
    (antara lain: mebel kayu, batako, bambu, tenun adat).

Komposisi sektoral tersebut mencerminkan karakter ekonomi Bengkulu yang bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam lokal, dengan keterkaitan langsung antara kegiatan produksi, pengolahan, dan konsumsi domestik.

KPJU Strategis: Kopi Bengkulu

Di antara berbagai KPJU unggulan, kopi menempati posisi strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan kondisi agroklimat yang sesuai, sebaran sentra produksi di beberapa wilayah, serta keterlibatan petani rakyat menjadikan kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.

Penguatan KPJU kopi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga membuka peluang pengembangan branding kopi Bengkulu, integrasi dengan sektor pariwisata, serta perluasan akses pasar regional dan nasional.

Penguatan KPJU kopi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga membuka peluang pengembangan branding kopi Bengkulu, integrasi dengan sektor pariwisata, serta perluasan akses pasar regional dan nasional.

Arah Pengembangan dan Rekomendasi Singkat

Pengembangan KPJU Unggulan UMKM Bengkulu ke depan perlu difokuskan pada:

  1. Penguatan hilirisasi dan efisiensi produksi pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan;
  2. Peningkatan teknologi, manajemen usaha, dan kualitas produk, khususnya pada industri pangan olahan seperti kopi dan tempe;
  3. Penguatan akses pembiayaan dan pasar melalui sinergi pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ringkasan ini menjadi dasar informasi strategis bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan langkah pengembangan UMKM Bengkulu yang adaptif terhadap karakter wilayah dan dinamika ekonomi daerah.

Bagikan: